Dunia Pendidikan di China

Written By Supiadi Yadi on 12 July 2015 | July 12, 2015


Republik Rakyat China saat ini disebut-sebut sebagai negara dengan kualitas pendidikan terbaik sedunia. Setidaknya menurut standar tes PISA dari lembaga OECD pada 2012, yang mengukur kemampuan baca tulis, berhitung, dan sains para pelajar SD hingga SMA.

Kualitas akademik pelajar di Shanghai, salah satu kota di Negeri Tirai Bambu, mengalahkan Amerika Serikat ataupun Inggris secara keseluruhan.

Tapi semua capaian itu bukannya tanpa biaya. Murid jadi salah satu yang paling merasakan dampak iklim kompetitif dunia pendidikan China. Karena China memiliki populasi penduduk terbanyak sedunia, akhirnya sekolah pun jadi ajang saling sikut.

Gambarannya, biasanya satu kelas di RRC ada 70 murid. Sehingga perlu perjuangan ekstra untuk meraih peringkat satu. Siswa peringkat lima besar yang biasanya berpeluang mengubah nasib.

Peserta didik di China menghabiskan 8,6 jam belajar di sekolah saban hari. Tekanan orang tua agar anak mereka berprestasi membuat setiap siswa pasti dibebani pelajaran tambahan di luar sekolah.

Hasilnya, banyak sisi gelap yang muncul dari dunia pendidikan China. Termasuk kasus-kasus siswa nekat bunuh diri di sekolah yang sangat menyedihkan. Seakan sadar dengan itu, pengelola pendidikan di China pun melakukan bermacam cara untuk mengurangi atau malah menambah stres peserta didik.

Rangkuman fakta kali ini menunjukkan, betapa murid di China memang punya tingkat stres berbeda dari pelajar di negara lain.

Ditulis Oleh : Supiadi Yadi ~Guru Berbagi Info

Supiadi Anda sedang membaca artikel berjudul Dunia Pendidikan di China yang ditulis oleh Supiadi Yadi , Dan Anda diperbolehkan mengcopy paste artikel ini dengan syarat wajib mencantumkan link kami

Blog, Updated at: July 12, 2015

0 komentar:

×