Perjuangan Guru Daerah Terpencil

Written By Supiadi Yadi on 04 July 2015 | July 04, 2015



Air Mata Menetes Saat Tonton Film Calon Guru di Pedalaman 
Raut wajah mereka yang sebelumnya sumringah tiba-tiba termenung. Air mata menetes begitu saja dari pasang mata 473 calon peserta program Sarjana Mendidik Daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (SM3T) Universitas Negeri Semarang (Unnes). Hati mereka tersentuh melihat film tentang kondisi pendidikan dan perjuangan calon guru di daerah pengabdian.

Film berdurasi sekitar 10 menit ditonton mereka adalah para peserta SM3T angkatan pertama yang menunjukkan tantangan berat yang harus dihadapi oleh peserta ketika terjun di daerah pengabdian.
Dalam film itu terlihat perjuangan para calon guru harus hidup dengan komunitas baru, beradaptasi dengan kondisi yang sangat minim dan memprihatinkan. Tanpa tersedianya fasilitas memadai sehingga mengharuskan peserta berjalan kaki menuju ke sekolah, mendaki bukit, bahkan menyeberangi sungai.

Diceritakan dalam film itu, beberapa peserta SM3T harus menjemput siswa di rumah supaya siswa tersebut mau bersekolah. Bahkan, fasilitas komunikasi pun seperti handpone sulit digunakan karena tidak adanya sinyal.

Maka tidak heran, peserta SM3T tidak bisa menghubungi orangtua di kampung halaman untuk melepas kangen. Untuk sekedar berbicara dengan orangtua, peserta SM3T harus berjalan jauh, mencari tempat tertentu atau naik ke atas bukit agar mendapat sinyal.

Kepala Pusat Pengembangan Profesi Guru (PPG) Universitas Negeri Semarang (Unnes) Drs Ngabiyanto MSi menyampaikan, pemutaran film pengabdian ini merupakan bagian dari metode seleksi yang diadakan panitia. Calon peserta diminta menanggapi secara solutif persoalan-persoalan yang muncul pada film tersebut. Dengan cara itu, kemampuan analisis dan probem solving calon peserta akan diketahui.

“Tes wawancara dilakukan Sabtu (4/7/2015) besok diikuti oleh 473 peserta. Sebelumnya mereka telah lolos seleksi administrasi tes online,” kata Ngabiyanto di laman Unnes, Jumat (3/7/2015).

Menteri Nasir Terharu Perjuangan Guru di Daerah Terpencil
Menristek Dikti M Nasir sangat terharu dengan perjuangan para guru Sarjana Mendidik di daerah Terdepan, Terluar, Terpencil (SM3T) yang rela mendidik anak-anak Indonesia di daerah 3T. Sebab dengan perjuangan yang minim fasilitas, para guru masih mampu memberikan pengetahuan kepada anak-anak diseluruh pelosok.

Nasir mengatakan, membangun Indonesia baru tidak akan berhenti sampai di sini melalui para guru SM3T. Perjuangan yang luar biasa ini perlu dikembangkan terus menerus supaya akselerasi pendidikan menjadi nyata dan pendidikan akan menjadi tumpuan pengggerak ekonomi bangsa.

Mantan Rektor Undip ini menerangkan, dia akan berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengenai berapa guru yang dibutuhkan, bidang studi apa dan bagaimana karakteristiik guru yang dibutuhkan.

Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi mengenai peningkatan formasi CPNS guru. Selain itu pihaknya juga sudah mengumpulkan para rektor penyelenggara LPTK agar mampu menyusun konsep pelajaran yang dibutuhkan pemerintah.

"Ada perbedaan antara guru yang berlatar belakang PPG dan tidak. Ternyata guru yang mengikuti PPG sangat signifikan memberikan pelajaran yang lebih baik kepada siswanya," jelas Menristek belum lama ini. 

Ditulis Oleh : Supiadi Yadi ~Berbagi Itu Indah

Supiadi Anda sedang membaca artikel berjudul Perjuangan Guru Daerah Terpencil yang ditulis oleh Supiadi Yadi , Dan Anda diperbolehkan mengcopy paste artikel ini dengan syarat wajib mencantumkan link kami

Blog, Updated at: July 04, 2015

0 komentar:

×